Produk pertelevisian yang paling laris dan banyak menyedot pemirsa adalah sinetron religi yang secara umum banyak memunculkan berbagai kontroversi di dalam masyarakat karena banyak pelanggaran terhadap syariat, norma dan moral agama, bahkan menggeser habis secara perlahan-lahan peradaban bangsa dan karakter umat, sehingga tuntutan agama menjadi tontonan sementara tontonan menjadi tuntunan menjadi ajaran agama sebagaimana firman Allah Swt :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kemu mengambil menjadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikan buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal” (QS. Al-Maidah 57-58)

Jika dicermati dengan baik tontonan sinetron religi telah berubah menjadi tuntunan bagi masyarakat awam, sehingga mereka gampang berbuat kesyirikan dan kebid’ahan karena diajari oleh sintron, mereka dengan enteng membunuh, berzina, minum-minuman keras, berjudi dan merampok karena meniru ulah bintang sinetron, mereka pandai berdusta dan menipu karena diberi teladan oleh sintron, mereka durhaka terhadap orang tua karena dibimbing oleh sintron, para wanita pandai bersolek karena nonton sinetron, para remaja putri berani pamer aurat karena diajari sinetron, kaum wanita berhias dan berduaan dengan pria yang bukan muhrimnya karena sinetron, para istri berani melawan suami karena terobsesi oleh sinetron, mereka gampang berselingkuh dan mengkhianati kesucian pernikahan karena tertarik oleh adegan sinetron, para pejabat negara gandrung dengan paranormal karena berguru dari sinetron, orang-orang keranjingan dunia gaib dan ilmu mistik karena dimotivasi oleh sinetron, kaum akademik berani menentang ajaran Allah dan rasul-Nya karena dibimbing oleh sinetron dan mayoritas umat islam tidak percaya terhadap keampuhan Al-Qur’an dan kehebatan Sunnah karena di doktrin oleh sinetron, bahkan keyakinan mereka terhadap akhirat rusak karena terpengaruh oleh sinetron.