Wanita tidak diperkenankan memberikan wewangian yang menyengat pada pakaian yang dikenakannya, karena hal ini dapat mengundang perhatian orang. Dan jika seorang wanita memang berniat mencari perhatian dengan parfumnya itu, ia dianggap seperti pezina.

Rasulullah saw bersabda :
“Siapapun perempuan yang memakai wewangian lalu ia melewati kaum laki-laki agar menghirup wanginya, maka ia telah berzina (zina mata), begitu pula setiap mata yang memandangnya” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Dikatakan sebagai pezina, karena wewangian yang dipakainya bisa dikategorika sebagai bumbu seks. Wanita penjaja seks akan selalu memanfaatkan wangi parfum sebagai alat perangkap mangsa yang pertama. Boleh jadi wajah kurang cantik dan bentuk tubuh kurang menawan, tetapi karena wangi parfum yang begitu harum menyengat, orang pun menoleh juga padanya. Wewangian teramat membantu mereka untuk menaikkan gairah birahi.

Itulah sebabnya seorang muslimah terlarang mengenakannya diluar rumah. Sebaliknya dianjurkan untuk mengenakannya di dalam rumah, apalagi bagi mereka yang sudah bersuami. Adalah sebuah resep manjur untuk lebih menikmati hubungan suami istri dengan memakai wewangian.

Tampaknya dunia sekarang sudah terbalik. Para wanita berdandan habis-habisan disaat akan keluar rumah, namun hanya sekedar mengenakan daster butut dengan bersimbah keringat saat berada di rumah. Rupanya budaya menarik perhatian laki-laki, siapapun dia dan dimana pun ditemui telah memasyarakat. Padahal budaya ini merupakan sejenis penyakit kejiwaan yang disebut Histrionic Personality Disorder. Yaitu sikap yang senang bertingkah laku menarik perhatian orang dengan cara apapun, yang di dunia remaja biasanya disebut narsis. Dan dengan penyakit inilah rupanya suami yang berhak penuh atas kecantikan istrinya hanya mendapat sisanya. Sehingga banyak suami, abad ini, mencari “tambahan” di luar rumah, di jalan-jalan dan dimanapun ia suka.

Kenyataannya memang demikian. Masih banyak wanita yang mengaku dirinya muslimah, tapi enggan menerima ajaran, atau mungkin belum mengetahuinya. Kalau anda mau menyempatkan diri main-main ke mall atau duduk-duduk di halaman kampus, tak terhitung banyaknya wanita yang mengaku muslimah, tapi mengenakan baju tanktop, T-shirt transparan, rok mini, atau jeans super ketat, sehingga tampak menyembul (maaf) alat vitalnya dan dibuntuti wangi parfum yang menusuk hidung.

Walau demikian, islam sebagai agama yang arif dan bijaksana membolehkan bagi mereka yang memiliki problem dengan bau badan untuk mengenakan wewangian sekedar untuk menghilangkan bau badan tersebut agar tidak mengganggu orang disekitarnya.