Shalat berfungsi untuk membersihkan, menguatkan, melapangkan, menyegarkan dan memberikan kenikmatan pada hati. Pada waktu shalat, terdapat hubungan langsung antara hati dan ruh di satu sisi, dan Allah di sisi lainnya. Ada kedekatan langsung kepada-Nya. Ada kenikmatan dalam berdzikir kepada-Nya. Ada rasa bangga dalam bermunajat kepada-Nya. Ada maksimalisasi penggunaan anggota badan, kekuatan dan perangkatnya untuk beribadah kepada-Nya. Ada pembagian tugas yang pas untuk masing-masing anggota badan. Ada waktu sejenak untuk melepaskan diri dari hubungan dengan sesama manusia. Ada keterikatan kekuatan hati dan tubuhnya kepada Rabb. Dan ada waktu untuk melepaskan diri dari musuh-musuhnya, sehingga shalat menjadi obat yang paling manjur dan makanan yang hanya bisa dikonsumsi oleh hati yang suci. Sebaliknya, hati yang sakit tak ubahnya badan, hanya bisa menerima hal-hal materi yang bisa disantap saja.

Shalat adalah jalan terbesar untuk memperoleh kemaslahatan dunia dan akhirat, mencegah dari tindakan dosa, menghalangi dari tumbuhnya penyakit hati, mengusir penyakit dan sekaligus mencegah kerusakan dunia dan akhirat. Shalat mencegah manusia untuk melakukan perbuatan dosa dan menjadi obat bagi penyakit-penyakit hati. Dia akan mengusir penyakit dari badan, menjadi penerang bagi hati, membuat wajah ceria lebih bersinar, membuat anggota tubuh dan ruh segar serta penuh vitalitas. Shalat akan banyak mendatangkan rezeki, mencegah kezhaliman, menolong orang-orang yang dizhalimi, mencegah gempurang syahwat, mampu menjaga nikmat, mengusir bencana dan mendapatkan rezeki. Shalat akan mendatangkan rahmat dan menyibakkan mendung kesuntukan.