Tahukah anda bahwa orang-orang yang merugi itu adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan orang-orang yang beruntung itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 124 yang berbunyi :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”

Lalu bagaimana sih ciri-ciri orang yang beriman itu? Pertanyaan ini bisa kita jawab sesuai dengan Al-Qur’an surat Al-Hujarat ayat 15 yang berbunyi :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”

Dalam ayat ini bisa kita lihat bahwa orang yang beriman itu tidak hanya percaya kepada Allah saja tapi juga percaya kepada Rasul-Nya dan tidak segan untuk menafkahkan harta dan jiwanya di jalan Allah. Tapi ternyata ayat di atas itu tidaklah cukup untuk mengukur kadar keimanan seseorang hal ini bisa kita lihat pada Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 82 yang berbunyi :

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”

Nah, dari ayat diatas bisa kita lihat bahwa orang yang beriman sesungguhnya itu tidak akan mencampuradukkan antara keimanan dan kebatilan. Walaupun orang itu sudah pernah pergi berhaji atau bahkan tokoh agama yang terpandang tapi ternyata ia masih suka memberi sesajen kepada laut, sungai, kuburan, gunung berapi dan sejenisnya yang dianggap keramat, orang ini tidak bisa dikatakan beriman. Kenapa? Karena ia bersyukur bukan kepada tempatnya. Ia tidak bersyukur kepada yang memberi nikmat, malah bersyukur kepada selain-Nya.

Contoh lainnya ialah apabila suami/istri berselingkuh jangan pergi ke dukun untuk memelet atau memasang susuk karena hal ini termasuk dalam kategori syirik, “kalau kamu mau menikah tanya dulu sama mbahmu, jodoh atau nggak” kata-kata ini sering sekali saya dengar apabila ada yang hendak menikah. Hal yang seperti ini juga dikategorikan sebagai musyrik. Kalau mau mengetahui apakah si dia itu memang berjodoh dengan kita maka laksanakanlah shalat istikharah dengan memasrahkan segala keputusannya kepada Allah.

Saat ada wanita hamil dan usia kandungannya menginjak usia 7 bulan maka ada beberapa orang yang melakukan acara mandi-mandi, dimana wanita hamil tersebut dimandikan oleh beberapa orang. Bagi kita umat islam yang memiliki Al-Qur’an dan Hadist, hal ini tidak ada diantara keduanya. Mengapa wanita hamil yang masih hidup harus dimandikan? Emangnya gak bisa mandi sendiri? Bukankah hanya orang yang sudah meninggal saja yang harus dimandikan?

Marilah kita ikuti ajaran Rasul, yang sesuai dengan Al-Qur’an. Janganlah kita mengada-adakan sesuatu yang tidak ada di dalam A-Qur’an dan Hadist.

Dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 36 dikatakan :

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Dan surat Al-Maidah ayat 104

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”

Dari 2 ayat di atas bisa kita lihat bahwa syariat islam itu mudah sekali. Kita hanya di suruh menyembah Allah dan mengikuti ajaran Rasul. Bukan ajaran nenek moyang atau sesepuh. Karena bukan mereka yang menciptakan kita. Bahkan tidak ada jaminan bahwa nenek moyang kita itu selamat dari azab Allah.

Dalam surat Az Zukhruf ayat 36 dan 37 dikatakan :

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”

Dalam 2 ayat diatas Allah telah menegaskan bahwa siapapun yang berpaling dari ajaran Allah yaitu Al-Qur’an maka setan akan selalu menyertainya berusaha menghalangi orang tersebut agar tidak kembali ke jalan yang benar, bahkan orang tersebut merasa bahwa apa yang dibisikkan setan itu adalah petunjuk dari Tuhan yang sesungguhnya.

Padahal iblis memiliki pengakuan yang bisa kita lihat pada surat Al-A’raf ayat 16-17 yang berbunyi :

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at)”

Pengakuan iblis tersebut seharusnya bisa membuat kita semua sadar bahwa iblis akan selalu menghalang-halangi setiap manusia dari arah mana saja agar mereka berpaling dari jalan Allah. Namun beruntunglah bagi orang-orang yang beriman yang dengan rahmat Allah mereka terhindar dari bujuk rayu iblis.

Mari kita lihat seperti apa sih ciri-ciri orang beriman menurut Al-Qur’an. Ciri-ciri bisa kita lihat pada surat Al-Mukminun ayat 1-3 yang berbunyi :

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna”

Dalam ayat di atas bisa kita lihat bahwa salah satu dari ciri-ciri orang yang beriman itu adalah orang yang menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna seperti ngerumpi atau menggosip. Padahal di zaman sekarang ini banyak kita dapati acara-acara televisi yang menyuguhkan acara gossip tersebut yang membuka aib orang lain bahkan industri gibah ini tidak hanya melanda televisi tapi juga berbagai media lainnya seperti Koran, majalah, internet dan radio. Hal ini sangat disayangkan karena aib seseorang itu seharusnya kita tutupi bukannya di sebarkan demi mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya.

Merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 20 yang berbunyi :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”

Memang Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha tetapi hal ini bukan berarti kita menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan nafsu. Ambillah bagian duniamu untuk memenuhi kebutuhan akhiratmu. Banyak orang yang menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan pribadinya. Tapi apakah orang-orang itu tidak mengetahui bahwa Allah itu dekat sekali bahkan mengetahui apa yang kita bisikkan di dalam hati kita?

Mari kita melihat pada surat Qaf ayat 16 yang berbunyi :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya”

Allah yang menciptakan apa yang ada di langit dan di bumi, maka Allah juga mengetahui apa yang terjadi pada ciptaannya. Memang mudah untuk membodohi manusia tapi kita tidak bisa menipu Yang Maha Mengetahui.

Banyak orang-orang yang tidak memiliki ilmu mengatakan bahwa syariat islam itu susah cuma ustad saja yang bisa melakukannya. Pendapat seperti ini salah besar. Karena setiap muslim pasti bisa melakukannya bahkan mereka merasa bahwa shalat itu suatu kebutuhan yang wajib dipenuhi seperti halnya bernafas dan makan bahkan mereka sangat membenci kezaliman. Orang seperti inilah yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujarat ayat 7 yang berbunyi :

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus”

Allah telah mengumumkan di dalam Al-Qur’an cara yang dapat menyelamatkan kita dari azab-Nya yang pedih yaitu surat Ash-Shaff ayat 10 – 13 yang berbunyi :

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman”

Mudah kan? Tinggal berjuang dengan harta (kalau ada) dan jiwa di jalan Allah dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pamrih. Tapi bagi pembaca yang masih bingung dengan agama islam marilah kita lihat pada surat Al-An’am ayat 125 yang berbunyi :

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya , niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”

Jangan takut untuk memeluk islam, berbanggalah kalian karena memiliki islam di dalam hatinya. Dunia hanya sementara dan perbanyak mengingat hari akhir.

“(Ingatlah) hari (yang diwaktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar”