Unsur mudah dan memudahkan dalam syariat islam adalah dua hal yang membuat orang muslim senang.

“Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah” (QS. Thaha : 1-2)

“Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah” (QS. Al-A’la : 8)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

“Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya” (QS. Ath-Thalaq : 7)

“dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (QS. Al-Hajj : 78)

“dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka” (QS. Al-A’raf : 157)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah : 5-6)

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir“.( QS. Al-Baqarah : 286)

Rasulullah bersabda “yang tidak dituliskan (sebagai dosa) atas umatku adalah kesalahan, kelupaan, serta keadaan yang memaksa mereka berbuat” (Al-Hadits)

“sesungguhnya, agama itu mudah, dan agama tidak menyulitkan seorang pun kecuali dia dapat mengatasinya” (Al-Hadits)

“berusahalah mencari yang benar, jadilah saling akrab, dan sampaikanlah kabar gembira” (Al-Hadits)

“aku diutus dengan kelurusan dan kelapangan” (Al-Hadits)

“sebaik-baik (kualitas) keagamaan kalian adalah yang paling mudah (pelaksanaannya)” (Al-Hadits)

Seorang penyair kontemporer ditawari jabatan kementerian, namun dengan syarat ia harus meninggalkan semua ambisi, obsesi, dan misinya yang benar itu. Tapi si penyair itu menjawab’

“ambillah semua dunia kalian, dan bairkanlah hatiku tetap bebas, merdeka dan terasing. Karena sungguh, aku orang yang paling kaya meski kalian membiarkanku dalam kesendirian dan tidak punya”