Banyak orang di sekitar kita baik remaja maupun dewasa dimana saat mereka berkenalan dengan lawan jenis yang memiliki kesamaan atau yang memenuhi kriteria untuk dijadikan pacar ataupun pasangan hidup.

Saat pertama kali kita berkenalan dengan seorang lawan jenis baik pria maupun wanita biasanya biasanya kita memandang dari segi wajah dan penampilan apakah cantik/cakep keren/culun. Bahkan ada yang melihat dari segi kendaraan mobil/motor.

Bahkan ada yang lebih aneh lagi apabila seseorang tertarik dan menyatakan ketertarikannya terhadap lawan jenisnya padahal mereka belum bertemu hanya sekedar ngobrol dan merasa cocok dengan apa yang selama ini mereka bicarakan.

Pada kenyataan yang ada baik buruknya seseorang tidak bisa kita nilai dari segi wajah yang rupawan, penampilan yang sangat modis, kendaraan yang mereka bawa atau bahkan kecocokan dalam obrolan.

Saya pernah mendengar seorang wanita berkata “adik saya itu selalu telpon-telponan dengan banyak wanita, curhat ini dan itu bahkan dia merasa bahwa ada salah satu dari mereka adalah jodohnya yang akan dijadikan pendamping dalam hidupnya. Namun ketika adik saya itu mencoba bertemu dengan semua wanita itu satu persatu dan melihat wajahnya tidak semenarik suaranya dan tidak memenuhi kriterianya maka saat itu juga adik saya langsung meninggalkan wanita tersebut tanpa sepatah katapun, sampai-sampai saya merasa malu”.

Bahkan ada seorang wanita yang curhat dalam sebuah Koran lokal wanita itu mengatakan bahwa selama ini dia sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan seorang pria dan hanya bisa berkomunikasi melalui internet dan telpon. Pada saat sang pria mengatakan ingin bertemu dengannya dia merasa senang sekali karena akhirnya bisa bertemu dengan pujaan hatinya namun kenyataan yang ada sesudah mereka bertemu sang pria tidak mau menghubunginya lagi.

Bahkan ada seorang wanita yang sangat menyukai seseorang walau apapun yang dilakukan oleh pria tersebut semuanya tampak selalu benar dengan dalih bahwa ia menyukai pria tersebut apa adanya. Lalu Allah menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan ternyata justru dalam pernikahan tersebut wanita tersebut baru menyadari bahwa pria yang ia sukai dengan “apa adanya” tersebut tidaklah sebaik seperti yang ada dalam pikirannya selama ini bahkan selama pernikahan sang pria selalu memperlakukannya dengan buruk.

Dari cerita-cerita di atas jelas kita mengetahui bahwa pada saat kita merasa bahwa sesuatu itu baik belum tentu hal itu baik di mata Allah. walaupun orang tersebut sangat memenuhi kriteria kita banget.

Bahkan walaupun kita beristikharah sekalipun belum tentu hal itu benar-benar petunjuk dari Allah karena banyak hasil istikharah terpengaruh oleh apa yang diinginkan si pelaku. Dan ketika si pelaku menyadari bahwa selama ini langkahnya salah maka dia akan mulai menyalahkan Allah dengan alasan “kalau ternyata dia buruk kenapa Allah menampakkannya pada istikharah saya”.

Hal yang harus kita ingat bahwa Allah memberikan manusia pilihan, tinggal bagaimana caranya manusia bisa memilih dengan benar. Kita tidak boleh menyalahkan Allah atas apa yang terjadi dalam hidup kita.

Termasuk masalah jodoh, kita tidak bisa meminta bahwa “si dia” adalah jodoh saya hanya karena memenuhi syarat untuk menjadi pendamping hidup. Karena sebenarnya kita tidak mengetahui siapa yang baik dan yang buruk dalam pandangan Allah. kenapa kita tidak meminta kepada-Nya agar Dia mau bermurah hati memilihkan jodoh yang baik dalam dalam pandangan-Nya?