Hari ini saya ingin membahas seputar takwa. Allah berfirman pada surat Ali Imran ayat 134 yang berisi tentang ciri-ciri orang bertakwa

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”

Dari ayat di atas dapat kita lihat bahwa ciri-ciri orang yang bertakwa itu adalah :

selalu berbagi baik saat susah ataupun saat berkelebihan, ia tidak hanya bersedekah saat kalau ada uang sisa atau sesuatu yang tersisa dan tidak terpakai tetapi ia memberikan yang terbaik dari hartanya.
yang dapat menahan emosinya dalam segala kondisi apapun, walaupun ia mempunyai kesempatan untuk membalas tapi ia terus teringat akan sabda nabi saw yang berbunyi “orang yang terkuat diantara kalian adalah orang mampu menahan amarahnya walaupun ia memiliki kesempatan untuk membalas”.
yang mampu memberikan maaf kepada sesama muslim walaupun sering disakiti dan dizhalimi tapi maaf yang tulus selalu bisa mereka berikan.

Saat kita sudah menjadi orang yang bertakwa di mata Allah maka kita akan mendapatkan hadiah khusus dari Allah yaitu :

1.walau seberat apapun masalah yang kita hadapi pasti Allah akan memberikan jalan keluarnya bagi orang yang bertakwa di mata Allah.
2.merasa kekurangan dengan harta dan jiwa sering sekali kita alami tapi bagi orang yang bertakwa dan bertawakal hanya kepada Allah maka segala kebutuhannya akan dicukupkan.
3.memiliki kesulitan dalam suatu urusan memang sering kita hadapi, tapi tidak bagi orang yang bertakwa karena Allah akan memudahkan segala urusannya.

Wah ternyata menjadi orang yang bertakwa itu sangat menyenangkan tapi kenapa banyak orang yang bertakwanya malah kepada kuburan atau dukun dan sejenisnya?

Ketakwaan tidak bisa kita wujudkan hanya dalam 1 hari tapi membutuhkan perjalanan yang panjang dan usaha yang keras, yaitu orang yang istiqomah di jalan-Nya.

Akan tetapi saat kita merasa bahwa buah takwa telah kita dapatkan sebaiknya hal itu kita tanyakan kembali kepada diri hati kita apakah benar kita telah bertakwa? Ataukah selama ini kita telah jauh sehingga segala kesenangan dan kemudahan yang kita dapatkan merupakan azab dari Allah?

Ingatlah saat kita mendapatkan masalah dengan siapapun mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, memang sih hal ini terdengar sepele tapi sabar itu sangatlah berat dan sulit kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

Mari kita lihat seperti apa sih orang yang khusyuk itu,

1.orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna seperti ngerumpi atau bergosip dan nongkrong-nongkrong di pinggir jalan dan sejuta hal tidak berguna lainnya, kerena orang yang khusyuk akan memanfaatkan waktunya untuk melakukan hal yang berguna seperti belajar dan bekerja.
2.orang yang menunaikan zakat baik zakat harta ataupun zakat fitrah, orang yang khusyuk tidak merasa takut akan kekurangan harta apabila ia menzakatkan hartanya.
3.orang yang menjaga kemaluannya, orang yang khusyuk tidak akan mau menjerumuskan dirinya pada perzinahan dan jatuh pada pergaulan bebas yang menghalalkan zina kecuali terhadap istri mereka dan apabila ia mencari dari selainnya maka mereka akan termasuk orang-orang yang melampaui batas. Dan Allah membenci orang-orang yang melampaui batas.
4.orang yang memelihara amanat dan janjinya. Zaman sekarang, terlebih lagi pada saat pemilihan gubernur, ataupun presiden banyak orang yang memberikan janji-janji palsu demi memuaskan keinginan untuk menduduki suatu jabatan. Seorang yang khusyuk akan selalu menjaga amanat dan selalu memenuhi janjinya.
5.orang yang memelihara shalatnya. saat adzan berkumandang banyak orang yang seakan-akan tidak mendengar seruan adzan tersebut dan hanya melaksanakan shalat kalau ada waktu luang atau kalau lagi terhimpit masalah saja. Orang yang seperti ini bukanlah termasuk orang yang khusyuk karena orang yang khusyuk akan selalu memenuhi seruan adzan untuk segera menghadap-Nya walau sesibuk apapun.

Sesuai dengan Al-Qur’an surat Al-Mukmin ayat 11 bahwa orang-orang inilah yang akan mewarisi surga firdaus dan mereka kekal di dalamnya.