Dalam syariah, ada pahala yang besar dan ganjarang yang agung. Semua ini tampak dalam “SEPULUH PENEBUS DOSA”, misalnya tauhid dan dosa-dosa yang dihapuskan karena tauhid, perbuatan-perbuatan baik yang menghapuskan kesalahan, seperti shalat dari jum’at satu ke jum’at berikutnya, dari umrah yang satu ke umrah yang berikutnya, haji, puasa dan lain sebagainya. Juga dengan penggandaan amal shalih, misalnya kebaikan digandakan dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, hingga kelipatan yang tak terhingga. Termasuk diantaranya, bahwa taubat itu memangkas dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan sebelumnya.

Ada juga, bencana-bencana yang menghapuskan dosa, bahwa “kesengsaraan itu tidak menimpa orang mukmin, kecuali Allah menghapuskan kesalahan-kesalahannya”. Selain itu, doa-doa yang dipanjatkan dari kaum muslimin lain di lain tempat. Ada lagi, beban yang diterima pada waktu meninggal nanti. Ada syafaat untuk kaum muslimin pada waktu bershalawat kepada nabi, ada syafaat dari nabi dan ada rahmat dari Allah.

“Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya” (QS. Ibrahim : 34)

“dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin” (QS. Luqman : 20)