Tidak ada yang lebih sulit di dunia ini dibandingkan dengan sabar. Sabar di sini bisa berarti sabar terhadap yang dicintai, dan sabar terhadap yang tidak disukai. Sabar diperlukan dalam melakukan sesuatu yang sangat panjang masanya, atau ketika terjebak dalam putus asa karena sudah buntu. Untuk menjalani masa yang panjang itu dibutuhkan bekal yang cukup, agar bisa menyelesaikan perjalanan itu sampai tujuan. Dan, bekal itu sendiri bermacam-macam, diantaranya :

1.Menimbang kadar ujian itu, yang bisa jadi akan lebih besar dari yang dibayangkan.
2.Membayangkan bahwa di atas ujian itu ada yang lebih besar lagi. Misalnya diuji dengan kehilangan anak. Ternyata, ada ujian yang lebih berat dari kehilangan anak.
3.Mengharapkan ganti di dunia.
4.Membayangkan pahala yang akan diperoleh di akhirat.
5.Menikati pujian dengan menggambarkannya datang dari sesama dan diarahkan kepadanya, dan yakin bahwa pahala akan datang dengan sendirinya dari Allah.
6.Kesedihan itu sama sekali tidak berguna, bahkan hanya akan memperburuk keadaan.

Masih banyak lagi hal-hal yang dijauhi oleh akal dan pikiran. Tak ada jalan menuju kesabaran, selain memberikan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh akal dan pikiran itu. Itu artinya, orang yang sabar harus menyibukkan diri dengan hal-hal seperti itu dan menghabiskan saat-saat ujiannya dengannya.