Kesempurnaan kebahagaiaan itu itu terdapat dalam tiga hal :

1.kebersahajaan dalam marah
2.kebersahajaan dalam syahwat
3.kebersahajaan dala ilmu

Itu berarti bahwa dibutuhkan sikap bersahaja agar kekuatan syahwat tidak semakin bertambah. Sebab, dengan makin bertambahnya kekuatan syahwat akan mendorongnya ke wilayah murahan, dan dia hancur dengan sendirinya. Atau, agar kekuatan marah tidak semakin bertambah yang akan mendorongnya ke wilayah tanpa kontrol, dan akhirnya dia hancur. Rasulullah saw sendiri pernah bersabda “sebaik-baik urusan itu adalah tengah-tengahnya”.

Jika dua kekuatan itu dalam kesahajaan dan dikendalikan oleh kekuatan ilmu, maka dia akan diarahkan ke jalan hidayah. Jika marah telah melewati batasnya maka akan sangat gampang bagi seseorang yang sedang marah besar ini untuk memukul ataupun membunuh. Namun ketika kekuatan marah ini terlalu lunak, maka akan hilang gairah dalam beragama dan menjalani hidup di dunia. Sedangkan ketika marah itu dalam kesahajaannya, maka yang akan muncul adalah kesabaran, keberanian dan hikmah.

Demikian pula halnya dengan kekuatan syahwat. Jika kekuatan itu melebihi batas kewajarannya, maka yang akan muncul adalah kefasikan dan kekejian. Namun jika kekuatan itu tak berdaya, maka yang akan muncul adalah sikap lunak dan lemah. Sedangkan ketika kekuatan itu berada dala kesahajaannya, maka yang akan muncul adalah keterjagaan kehormatan diri dan kepuasan. Dalam sebuah hadist disebutkan “ hendaklah kalian itu berlaku sahaja”.

Allah berfirman :

“dan, demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat islam) umat yang adil dan pilihan (QS. Al-Baqarah : 143)