Telah kita ketahui bersama bahwa di indonesia banyak sekali terjadi musiah mau itu banjir, tanah longsor, gelombang tinggi, kapal tenggelam dan masih banyak lagi yang lain.

Kali ini saya ingin membahas tentang banjir yang sering terjadi di mana saja. Tahukah kalian apa penyebab banjir itu yang sebenarnya? Jawaban klasik akan menjawab bahwa banjir itu karena hutan yang dibabat, sampah yang menyumbat selokan ataupun karena hujan ga berehenti-berhenti. Menurut Al-Qur’an jawaban itu salah besar, kenapa? Karena penyebab banjir itu yang sebenarnya adalah SYIRIK karena masih banyaknya warga indonesia yang menyembah berhala, memberi sesajen, percaya akan perhitungan primbon, praktek perdukunan dan masih banyak lagi kesyirikan yang lain.

Dalilnya adalah surat Hud ayat 44 yang berbunyi :

“Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi , dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”

Ayat di atas dengan tegas menyatakan bahwa hujan itu merupakan perintah Allah dan jika Allah memerintahkan agar bumi tidak menyerap air hujan maka terjadilah banjir seperti yang ada di dalam kisah Nabi Nuh. Kisah para nabi yang ada di dalam Al-Qur’an itu bukan hanya sekedar cerita tapi juga merupakan peringatan bagi kita yang hidup di jaman sekarang maupun yang akan datang agar selalu beriman HANYA kepada Allah semata tanpa dicampuri dengan kesyirikan ataupun dengan bid’ah.

Contoh lain dari kesyirikan di sekitar kita adalah apabila ada yang sedang membangun rumah, gedung ataupun jembatan biasanya akan ada orang yang menanam kepala sapi atau kerbau dengan alasan agar bangunannya kuat atau yang menjadikan ayat kursi sebagai gantungan di atas pintu rumah dengan alasan supaya setan ga bisa masuk dan yang lebih parah lagi orang-orang yang melakukan pesugihan agar cepat kaya ataupun agar memiliki wajah yang sangat cantik/cakep. Orang yang melakukan hal ini keislamannya patut dipertanyakan.

1.Jika memang dia seorang muslim kenapa lebih percaya kepada orang yang menyarankan agar memberikan tumbal berupa kepala binatang dengan alasan agar bangunannya lebih kuat
2.Jika memang dia seorang muslim kenapa ayat kursi hanya dijadikan gantungan saja dengan alasan supaya setan ga bisa masuk. Kalau mau agar setan tidak bisa masuk hiasilah rumah anda dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an
3.Jika memang dia seorang muslim kenapa tidak mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepadanya, bahkan malah memohon kepada setan dan jin agar dia memiliki yang lebih daripada apa yang telah diberikan Allah kepadanya?

Allah telah menganugerahkan begitu banyak nikmat kepada kita, janganlah kita merusaknya hanya sekedar menuruti hawa nafsu saja. Marilah kita menjadi manusia yang selalu bersyukur kepada Allah, bersyukur dengan cara yang syariah bukan dengan bersyukur kepada laut, kuburan ataupun tempat-tempat yang dianggap keramat.

Semua rezeki yang kita rasakan itu permberian Allah lalu kenapa terima kasihnya sama laut, kuburan atau kepada mbah dukun?

Takutlah kepada peringatan Allah tentang azabnya yang telah banyak digambarkan Al-Qur’an. Apabila kita tidak mensyukuri nikmat-Nya sesuai syariah maka Allah akan mengganti kita dengan umat yang lain.

“Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu. Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain” (QS. Al-Mu’minun : 41-42)

Mungkin dari ayat di atas kita bisa mengambil contoh kepada tragedi tsunami yang menimpa aceh, azab Allah datang tanpa diduga. Padahal dengan entengnya kita berkata “Taubatnya itu nanti setelah saya menikah kalau sekarang saya masih ingin senang-senang”, kira-kira kalau ajal sudah menjemput apa kita masih bisa berkata “Ya Allah matinya nanti saja kalau saya sudah bertaubat”?

Begitu mudahnya Allah mengganti satu kaum dengan kaum yang lain dan tentunya kita tidak ingin kan menjadi kaum yang dibinasakan? Marilah kita hilangkan keimanan kita kepada mbah dukun atau orang yang ngakunya pintar ngeramal nasib.

Ada hal yang patut kita ingat bahwa Allah tidak akan mengazab orang yang tauhidnya benar, marilah kita benarkan tauhid kita agar terhindar dari berbagai macam musibah.