Shalat adalah hal yang sangat penting dan sangat vital bagi umat islam karena shalatlah yang membedakan kita dari orang-orang kafir.

Namun kebanyakan dari umat islam sekarang hanya KTP-nya saja yang menyatakan kalau dia itu beragama islam namun shalat hanya dilakukan kalau dia sedang tertimpa musibah atau mengalami masalah yang berat saja. Begitu jalan keluar telah ditampakkan shalat pun lantas ditinggalkan.

Ada beberapa orang yang melaksanakan shalatnya seperti dikejar setan, sangat terburu-buru seakan mereka memiliki urusan yang jauh lebih penting daripada shalat.

Saya pernah menyaksikan seorang teman dimana saat dia melaksanakan shalat maghrib dia melakukannya dengan terburu-buru, lantas dia mengatakan bahwa “kata guru saya shalat itu mau cepat atau lambat sama saja, diterima atau nggak itu kan urusan Allah”. Memang benar yang dikatakannya masalah shalat kita diterima atau tidaknya itu Allah-lah yang menentukan tapi hal itu bukan berarti kita tidak berusaha agar diterima lalu dengan seenaknya saja melakukan shalat dengan aturan kita sendiri.

Banyak yang beralasan “saya harus shalat cepat-cepat karena pekerjaan saya masih banyak” semua bisa menunggu karena kita butuh untuk bertemu dengan Sang Maha Pencipta. Kita harus ingat bahwa Allah-lah yang menciptakan kita, atas ijin-Nya lah kita masih bisa hidup dan bekerja, atas kemurahan-Nya lah kita masih bisa makan dan minum, semua yang kita dapatkan itu atas kehendak-Nya. Dan masih banyak alasan lainnya dimana kita wajib bersyukur kepada Allah melalui shalat.