You are currently browsing the tag archive for the ‘dakwah’ tag.

Ibn Rajab pernah bercerita tentang seorang ahli ibadah yang sedang berada di Makkah. Dia kehabisan bekal dan kelaparan. Tubuhnya limbung. Ketika sedang berjalan di salah satu gang di kota Makkah dia mendapatkan sebuah kalung yang sangat mahal harganya. Diambilnya kalung itu dan dimasukkannya ke dalam saku, lalu pergi ke Masjidil Haram. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengumumkan bahwa dirinya telah kehilangan kalung. Orang yang kehilangan kalung itu menjelaskan bagaimana bentuk kalung yang hilang itu. Ternyata semua keterangan yang dia sampaikan mengacu kepada kalung yang ditemukan orang tersebut. “Saya berikan kalung itu kepadanya namun dengan syarat memberikan imbalan kepada saya. Kalung itupun diambilnya, dan pergi begitu saja tanpa ucapan terima kasih, atau dengan memberikan apa saja. Ya Allah, aku biarkan semua itu untuk-Mu, maka gantilah untukku sesuatu yang lebih baik darinya”. Kata orang yang menemukan kalung itu.

Kemudian dia pergi ke laut, dan menumpang sebuah perahu Baca entri selengkapnya »

Iklan

1.Bakhil/pelit kepada agama

Orang yang memiliki sifat seperti ini benar-benar bisa dikategorikan sangat keteraluan. Untuk mengeluarkan zakat, sedekah, infaq rasanya sayang sekali karena khawatir bahwa hartanya akan berkurang dan akan jatuh miskin kalau bersedekah.

Orang yang seperti ini berarti dia ragu akan janji Allah sesuai dengan Al-Baqarah ayat 261 yang berbunyi :

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui” Baca entri selengkapnya »