You are currently browsing the tag archive for the ‘zina’ tag.

Kiriman dari IQRO.RIKDA@plasa.com

Setelah mengalami beberapa kegagalan dalam menaklukkan syahwat. Pada akhirnya saya menemukan metode ampuh (menurut saya) untuk mengendalikan syahwat. Pada awalnya saya adalah seorang maniak sex Baca entri selengkapnya »

Belum lama ini ada sebuah survey (entah bisa dipertangung jawabkan atau tidak keakuratannya) yang dilakukan terhadap anak-anak SMU di sebuah kota kecil di Jawa. Hasil survey itu sungguh mengejutkan karena 3 dari 5 siswi sudah tidak gadis lagi!

Na’udzubillah! Itu baru survey di kota kecil, bagaimana kalau di kota besar? Rasanya nggak sanggup membayangkannya. Jadi ingat pepatah “seribu kali lelaki salah langkah, dunia masih tersenyum. Tapi sekali wanita salah melangkah maka dunia akan menangis”.

Siapa yang nggak berkabung sih, kalau kuncup-kuncup bunga yang seharusnya bermekaran indah di taman kehidupan, layu sebelum berkembang. Mungkin zaman dulu mereka terenggut oleh pemaksaan dan pemerkosaan para penguasa bejat atau penjajah. Tapi saat ini, gadis-gadis itu rela menyerahkan dirinya pada seorang lelaki atas nama cinta! Atau bahkan atas nama materi! Baca entri selengkapnya »

Ayat-ayat Al-Qur’an dibawah ini merupakan hukum yang menyatakan secara tegas bahwa islam mengharamkan zina

“(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya”.(QS. An-Nur : 1)

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”.(QS. An-Nur : 2)

“Laki-laki yang berzina tidak menikahi melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dinikahi melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min” .(QS. An-Nur : 3)

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang-orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik”.(QS. An-Nur : 4)

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”(QS. AN-Nur : 23)

“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang di tuduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (yaitu surga)” .(QS. An-Nur : 26)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.(QS. Al-Isra : 32)

Allah berfirman,
“Dan janganlah kamu mendekati zina” (QS. Al-Isra: 32)

Ini adalah bunyi ayat Al-Qur’an yang mulia. Jika manusia menyadari kandungan ayat tersebut, niscaya penyakit yang disebabkan oleh hubungan seksual pasti tidak ada.

Rasulullah telah mengingatkan kepada kita bahaya zina, sodomi, dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh hubungan seks dalam hadistnya yang terkenal, yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar

“Tidak akan tampak akibat dari perbuatan zina yang dilakukan oleh suatu kaum yang menyebabkan mereka dilaknat kecuali dalam diri mereka akan tersebar penyakit sampar, dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Majah)

Sungguh benar apa yang diucapkan Rasulullah. Seberapa besar musibah yang diderita oleh orang-orang yang menentang syariat Allah?

  • Jagalah pandangan mata anda dari perkara yang diharamkan Allah.

“Mata bisa berzina, hati bisa berzina. Zinanya mata adalah memandang (perkara haram), sedangkan zinanya hati adalah mengharapkan (perkara haram). Sementara kemaluan bisa mengajak atau mengingkari berbuat zina” (HR. Ahmad)

  • Jangan sekali-kali anda berduaan dengan seorang perempuan. Hendaknya anda menjauhi majelis yang mencampur adukkan antara laki-laki dan perempuan.

“Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali bersama dengan mahramnya” (HR. Bukhari)

  • Jika anda telah menikah maka lampiaskan hawa nafsu anda pada perkara yang halal

“Jika salah seorang di antara kalian tertarik dengan perempuan lain, kemudian keberadaan perempuan itu membekas di hatinya, maka hendaklah dia segera menemui istrinya lalu menggaulinya. Karena tindakan ini akan menghapus perkara yang tidak patut dalam dirinya” (HR. Muslim)

  • Kenapa anda tidak memanfaatkan nasehat yang dianjurkan oleh Allah agar menjaga diri dari perbuatan dosa

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian dirinya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” (QS. An-Nur: 33 )

  • Kenapa anda tidak mencoba untuk mempraktekkan pesan Rasulullah

“Barangsiapa yang sudah memenuhi syarat untuk menikah, maka segeralah menikah, karena menikah akan dapat menundukkan pandangan, dan menjaga kemaluan. Sebaliknya, barang siapa yang belum memenuhi syarat untuk menikah, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah perisai” (HR. Bukhari)

Kenapa anda tidak menghentikan 3 usaha setan yang biasa digunakan untuk memperdayakan manusia. Adapun 3 usaha tersebut adalah :

  1. Memandang. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda selalu sibuk meneliti segala kekurangan dalam diri anda dan amal-amal yang telah anda kerjakan.
  2. Kenyang. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda berpuasa sesuai dengan kemampuan anda.
  3. Berpikir. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda meresapi firman Allah, “Tidakkah seorang mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. Al-Alaq: 14)
  • Kenapa anda tidak ingin membayangkan pada suatu hari dimana anda sedang duduk bersama-sama dengan putra-putri anda, kemudian ketika berada ditengah-tengah mereka dengan bangga anda mengatakan, “Wahai anak-anakku, ayah kalian adalah seorang laki-laki sejati. Hawa nafsu tidak sanggup menundukkan ayah untuk berbuat keji”